Tingkatkan Mutu Pendidikan, Gubernur Kalbar Resmikan KHDTK

Independensi.id, Landak – Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis meresmikan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dengan teman Pohon dan Hutan Rakyat Untuk Kehidupan Kesejahteraan Dan Sumber Devisa Negara di bukit Suharto mandor kabupaten Landak, senin (21/11/16).

Drs. Cornelis berpesan dalam sambutannya, dalam konteks mendukung Hutan Pendidikan seluas 19.662 hektar yang dikelola Universitas Tanjungpura, Bupati/Walikota, serta jajarannya dan pihak lainnya untuk menjaga, memelihara dan memulihkan hutan.

Gubernur Kalbar ini juga menyatakan bahwa tidak ada izin baru sawit yang dikeluarkan karena sudah mencapai satu juta hektar dan fokus saat ini harus ke arah peningkatan produktivitas dan perlindungan lingkungan.

“Hutan pendidikan sangat diperkukan untuk belajar, mengembangkan komoditas hutan dan perlindungan barang dan jasa hutan” kata Cornelis

Peresmian KHDTK merupakan rangkaian peringatan hari menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang bertepatan 21 November 2016.

KHDTK ditetapkan berdasarkan menteri kehutanan dan lingkungan melalui SK 656/menhlk/setjen/PLA.0/8 tanggal 26 2016 dengan luas kawasan 19.662 Ha terletak di kabupaten Landak, kabupaten Mempawah dan kabupaten Kubu Raya.

Wakil dekan satu Fakultas Kehutanan Untan Hj. Farah Diba SHut, M.Si mengatakan, Universitas Tanjungpura sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi memerlukan sarana latihan, mengimplementasikan dan mengembangkan ilmu secara komprehensif serta kompetitif.

Terwujudnya KHDTK hutan pendidikan dan latihan Universitas Tanjungpura dapat menjadi peluang strategis untuk wadah pendidikan, latihan, praktek, penelitian bagi mahasiswa, dosen dan stekholder lainnya.

“Hadirnya hutan pendidikan dan latihan selain membawa manfaat positif bagi kualitas kelulusan, berperan dalam pemberdayaan masyarakat juga mengungkit (leverage) Pengamalan Tri darma perguruan tinggi”, jelasnya.

Pengelolaan KHDTK diketuai Ir. Iswan Dewantara, MMA dan sekretaris Ir Augustine Lumangkun MSc, yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan Untan.

Kawasan hutan dengan luas 19.662 Ha ini merupakan kerja sama bidang pemerintah daerah provinsi Kalimantan Barat, kabupaten Mempawah, Landak, Kubu Raya.

Terlibat karja sama lembaga NGO nasional dan internasional seperti Belantara, Sampan, PRCF, WWF, LPS-AIR, Yiari, IJ-REDD, GIX, GCF, ITTO, IDH.

Dilembaga pemerintah terlibat LHK, BPPT, LIPI sedangkan di perguruan tinggi adanya kerjasama sama IPB, UGM, Kochy University, Kyoto University.

Menanggapi itu Dekan Fakultas Kehutanan Untan Dr. Ir. Gusti Hardiansyah MSc, QAM mengatakan KHDTK merupakan wadah candradimuka civitas akademik mengungkit kemajuan UNTAN MULIA (Maju, Unggul, Luhur, Inspiratif dan Akuntable)

“Menjalin Kemitraan networking baik dengan stakeholder swasta, pemkab, pemprov menuju visi misi hutan pendidikan & latihan

Lanjutnya, hal itu merupakan partisipasi dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang menjadi konsen dunia menjaga suhu stabil tidak lebih dari 2’C.

Diacara peresmian Gubernur Kalbar juga memberikan penghargaan kepada Dekan Fakultas Kehutanan Dr. Ir. Gusti Hardiansyah MSc, QAM, sebagai Staf Khusus bidang Perubahan Iklim.

Sampan dan beberapa pihak dan organisasi mendapatkan juga mendapatkan penghargaan pemerintah yang telah berkontribusi kepada lingkungan dan masyarakat.

Selang beberapa menit acara dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Gubernur dan istrinya serta pejabat lainnya di sekitar kawasan kegiatan peresmian. (Yusril)

Apa Komentar Kalian?