Rumah Karaoke Dijadikan Tempat Mesum, Forum Pemuda Probolinggo Ajukan Protes

Independensi.id, Probolinggo – Maraknya pengusaha karaoke keluarga yang mulai bermunculan di kota Probolinggo, menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya terdapat beberapa temuan tempat karaoke dijadikan sebagai tempat transaksi prostitusi. Adanya temuan tersebut mendapat banyak kecaman serta reaksi dari elemen masyarakat yang memprotes agar beberapa usaha karaoke keluarga itu ditutup.

Salah satu elemen yang melakukan reaksi atas hal tersebut adalah Forum Pemuda Probolinggo (FPP) yang terdiri dari HMI, PMII,IPNU,IPPNU, dan LSM KPP. Bentuk reaksi yang di lakukan FPP dalam permasalahan tersebut dengan melakukan audiensi dengan pihak Komisi A DPRD kota Probolinngo.

“Peraturan daerah kota Probolinggo tentang hiburan malam sangat lemah, sehingga banyak celah yang dapat digunakan pengusaha untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Sehingga kejadian prostitusi serta peredaran miras dapat terjadi di tempat karaoke keluarga juga”,ujar Irfan Sundaro (perwakilan dari HMI sekaligus sebagai koordinator) dalam audiensi tersebut Jum’at (3/02/2017.

Irfan juga menjelaskan bahwa pihak eksekutif seakan menutup mata dari kejadian tersebut. Padahal, kejadian itu terjadi berkali-kali. Hal ini yang menjadi tanda tanya besar terhadap pembiaran kejadian yang merusak moral generasi penerus itu dapat terjadi hingga berkali-kali.

“Anehnya, mengapa Komisi A DPRD kota Probolinggo yang mempunyai wewenang dalam memberikan ketegasan pada pihak eksekutif seakan diam?”,tanya Indah dari Perwakilan LSM KPP.

Sementara itu ketua Komisi A DPRD kota Probolinggo Abdul Azis menyampaikan akan segera memberikan rekomendasi kepada pihak eksekutif agar permasalahan tersebut tidak kembali terulang. Menurutnya, DPRD sudah memberikan rekomendasi sebanyak dua kali tapi tidak dijalankan oleh pihak eksekutif. Makanya, imbuh Abdul Aziz, dalam waktu dekat rekomendasi yang kedua akan segera disampaikan oleh Komisi A.

“Sebagai salah satu Forpimda di kota Probolinggo, kita sangat mengapresiasi peran serta dan kepedulian terhadap masalah lingkungan yang terjadi”, ujar anggota dewan dari Fraksi PKB tersebut.

Diakhir pelaksanaan audiensi,komisi A akan mengeluarkan rekomendasi pada hari Senin, 06 Februari 2017 dan Forum Pemuda Probolinggo akan ikut mengawal rekomendasi tersebut (JON).

Apa Komentar Kalian?