Pulau Merah Tercemar, HMI Cabang Banyuwangi Desak Bupati Agar PT BSI Segera Selesaikan DAM

Independensi.id, Banyuwangi – Sejumlah massa HMI Cabang Banyuwangi menggelar aksi demontrasi di Kantor Bupati Banyuwangi, Massa yang sudah berkumpul di Sekretariat HMI Cabang Banyuwangi, mulai aksinya dengan longmarch menuju Kantor Bupati Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Jumat (07/10/2016)

Aksi yang sempat menimbulkan kemacetan disepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut membuat pihak kepolisian kelabakan mengawal aksi massa HMI Cabang Banyuwangi. Aksi massa menuntut Bupati Banyuwangi mendesak PT. Bumi Suksesindo (BSI) segera menyelesaikan pembangunan DAM di area pertambangan agar tidak menimbulkan banjir lumpur yang meyembes ke area kawasan wisata Pulau Merah.

“ Bupati harus mendesak perusahaan agar segera selesaikan DAM di area pertambangan agar tidak merusak kawasan wisata Pulau Merah,” jelas Ahmad Suci selaku Koordinator aksi

Sementara itu menurut Ketua Umum HMI Cabang Banyuwangi Robet Sihab menguraikan Banyuwangi memang di kenal dengan pariwisata yang berbasis alam. Sehingga nama banyuwangi di kenal di nasional bahkan internasional, salah satunya detinasi wisata itu adanya di Pulau Merah menjadi branding pariwisata banyuwangi. Tapi dengan ada proses penambangan di sekitar daerah tersebut Pulau Merah mulai tercemar.

“ Saat ini pulau merah kerap kali terbanjiri lumpur setiap hujan lebat. Karena ada penambangan emas yang berdekatan dengan pulau merah. Makanya kami desak pihak Pemkab agar PT BSI segera selesaikan DAM,” katanya

Lebih lanjut Robet menambahkan, HMI cabang banyuwangi akan terus mengawal permasalahan ini sampai tuntuannya di terima, ia juga mengalakan  tagline “Save Pulau Merah”,sebagai salah satu branding destinasi wisata Banyuwangi.

“ Melalui tagline ini saya harapkan agar masyarakat Bayuwangi bisa bersama-sama menjaga dan mengawal permasalahan ini. Tentunya juga kita harus bangga denga potensi wisata yang ada di Banyuwangi,” imbuhnya

Aksi massa juga mengelar Teatrikal manusia lumpur dan sempat membakar ban bekas sebagai wujud kekecewaan atas dampak pertambangan tersebut yang merusak kawasan wisata pulau merah yang menjadi icon pariwisata Banyuwangi tersebu. (Anam)

Apa Komentar Kalian?