Pengurus Bakornas LAPMI Sebar Virus Jurnalistik di Unnes

Independensi.id, Semarang – Wakil Direktur Bidang Penyiaran Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Hamidulloh Ibda, menyebarkan virus jurnalistik pada ratusan mahasiswa jurusan Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu siang (27/8/2016).

“Ada beberapa alasan mengapa mahasiswa harus menulis. Pertama, tidak ada tokoh besar tanpa tulisan. Kedua, nama kalian akan mengabadi. Ketiga, menghidupkan budaya intelektual. Keempat, menghidupkan budaya riset. Kelima, mendapatkan materi, relasi dan dikenal,” ujar penulis buku Demokrasi Setengah Hati tersebut dalam kegiatan Pengenalan Politic and Civic (Pepci) di gedung C7 lantai 3 FIS Unnes kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang tersebut.

Kalau teman-teman ingin serius menulis, kata dia, saran saya harus fokus meskipun Anda bisa di semua jenis tulisan. “Pilihlah dan petakan kemampuan Anda, apa mau menulis tulisan jenis fiksi, nonfiksi atau jenis faksi,” beber pria kelahiran Pati tersebut.

Sebenarnya, lanjut dia, menulis itu mudah. “Kalau soal malas, itu sudah penyakit umum. Tapi masak Anda jadi mahasiswa pemalas?” tandas penulis yang aktif sejak 2009 tersebut.

Dijelaskan dia, sudah ribuan artikel ia tulis dan dimuat di sejumlah media, baik cetak, online maupun majalah, jurnal, tabloid dan bulletin. Beberapa buku, juga ia tulis seperti Pendidikan Agama Islam Berbasis Local Wisdom, Demokrasi Setengah Hati, Stop Pacaran Ayo Nikah!, Siapkah Saya Menjadi Guru SD Revolusioner? dan sejumlah buku yang ia edit. Saat ini, ia pun masih menulis beberapa buku bertema pendidikan yang siap untuk diterbitkan.

Untuk menjadi penulis, kata dia, tak perlu banyak trik atau tips-tips menjadi penulis. “Anda cukup membaca sedikit saja, tapi bergaullah dengan orang yang suka nulis. Kalau soal konten, maka ya perlu baca dan baca, baik itu buku maupun berita dan karya sastra agar memperlembut bahasa,” ujar Direktur Forum Muda Cendekia Jateng tersebut.

zz
Suasana penyampaian materi penulisan esai yang dibawahkan oleh Pengurus Bakornas LAPMI PB HMI, Hamidulloh Ibda di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu siang (27/8/2016)

Saya yakin, kata dia, semua mahasiswa itu bisa nulis. “Tapi, tulisan apa, yang bagaimana, jenis apa, menghasilkan sesuatu atau tidak. Sebab, peradaban kita itu sekarang peradaban global. Tanpa kemampuan komparatif dan kompetitif, maka Anda akan tertinggal. Apalagi, nanti Anda juga berkewajiban menulis skripsi, tesis, disertasi, jurnal, artikel ilmiah atau jenis lainnya. Maka sebelum terlambat, mari hidupkan budaya menulis sejak dini,” harap dia.

Dalam kesempatan itu, selain ratusan mahasiswa baru, sebelumnya, hadir Nurfhatulloh Ketua Hima PKn FIS Unnes, Kajur PKn FIS Unnes Drs. Tijan MSi dan pendamping Hima PKn FIS Unnes Eta Yuni Lestari SPd MH, serta puluhan pengurus Hima PKn FIS Unnes dan sejumlah panitia. (Red-Kamelo)

Apa Komentar Kalian?