PB HMI: Aksi Preman Pegawai Kejati Malut Harus Diusut Tuntas

tmp_12840-IMG_20160905_232913-756246005-777x437
Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Ismail Maulud, usai di keroyok oknum Kejati Maluku Utara saat aksi demo dugaan kasus korupsi, Kemarin, Senin (05/09/2016)

independensi.id, Jakarta – Aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate yang berujung tindakan represif aparat Kejati Ternate dikecam sejumlah pihak. Termasuk dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).

Ketua Bidang Hukum & HAM PB HMI Sujahri mengutuk tindakan represif yang dilakukan oleh salah satu pegawai Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Menurutnya tindakan represif oknum pegawai Kejati tersebut sangat memalukan dan merupakan pembungkaman terhadap demokrasi. Ditambah lagi aksi kawan-kawan HMI Ternate tersebut adalah bentuk upaya perang melawan korupsi.

“Aksi kawan-kawan ini kan terkait kasus korupsi disana. Seharusnya pihak Kejati justru mendukung aksi ini sebagai bentuk perang melawan korupsi, bukan malah dipukuli. Olehnya itu kami menuntut agar aksi brutal oknum pegawai Kejati ini diusut tuntas,” Kata  di Sekretariat PB HMI di Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan (6/9/2016).

Lebih lanjutSujahri juga meminta Jaksa Agung untuk segera mencopot Kajati Maluku Utara dan dari jabatannya serta meminta agar kasus korupsi yang didorong oleh HMI Cabang Ternate terus diusut.

“Kejaksaan Agung harus segera mencopot Kajati Malut terkait insiden ini. Selain itu, aksi represif para pegawai Kejati Malut ini justru menimbulkan pertanyaan. Sebab mereka seharusnya mendukung setiap upaya yang perang melawan korupsi yang dilakukan oleh setiap elemen mahasiswa. Sehingga kami juga mendorong agar Kejaksaan Agung untuk melakukan pengawasan dalam pengusutan kasus yang disuarakan oleh kawan-kawan disana.” tutupnya

Seperti diketahui, tindakan pemukulan oleh oknum Kejati Maluku Utara ini bermula ketika Pengurus HMI Cabang Ternate melakukan aksi demonstrasi terkait kasus dugaan korupsi KM. Faisayang Halmahera Tengah dan kasus Bansos Halmahera Selatan yang diduga melibatkan kedua pejabat di daerah tersebut. (dzul)

 

Apa Komentar Kalian?