Merefleksikan Kemerdekaan Melalui Penayangan Film Jenderal Sudirman

Independensi.id, Pamekasan – Mengenang pahlawan kemerdekaan, tentu menjadi tugas utama bagi masyarakat Indonesia. Dari kalangan mahasiswa, biasanya menjelang kemerdekaan 17 Agustus, banyak kegiatan mereka refleksikan.

Sebagaimana kegiatan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pamekasan, komisariat FKIP Unira yang menggerlar acara nonton bareng (nobar), di Jl. Panglegur No. 35 Pamekasan, Madura, Selasa (16/8/2016).

Suntingan film yang mengulas rekam jejak perjalanan Jenderal Sudirman ini, dihadiri Taufik Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) Cabang Pamekasan.

Kisah sederhana dalam film itu ternyata mampu menghipnotis kader komisariat dalam merefleksikan pelajaran sejarah kemerdekaan bangsa lewat sosok pahlawan.

Tanggapan tersebut dikemukakan oleh Norali ketua komisariat FKIP Unira, upayanya ikut menonton film tersebut sebagai pemupukan mental kader untuk turut membaca sejarah kemerdekaan yang diperjuangkan Jenderal Sudirman.

“Melalui film Jenderal Sudirman ini, setidaknya ada pemahamanlah meski sedikit, bahwa perebutan kemerdekaan Indonesia bukan hanya sekedar mampu mengusir penjajah, akan tetapi masyarakat yang gandrung akan keadaan saat itu, juga butuh kemerdekaan sosial,” terangnya saat melakukan upgrading penjelasan kepada kadernya.

Norali menambahkan, kemerdekaan sosial yang di perjuangkan Jenderal Sudirman mampu menyatukan organisasi masyarakat untuk berjalan dalam satu visi, sehingga tidak terjadi pergolakan pemikiran demi kesatuan bangsa menuju gerbang kemerdekaan yang mereka rebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Taufik bahwa dengan memahami sejarah lewat pengenalan sosok pahlawan, maka kita akan mampu dengan secara perlahan memahami profil ringkasnya dalam sisi perjuangan.

“Ini film yang menarik, kader harus cermat mengikuti tayangan film ini untuk kita pahami, apalagi di HMI kita dipelajari ke-Indonesia-an, ini bisa jadi pengetahuan wajib untuk mengenang kemerdekaan Indonesia khususnya perlawanan yang di lakukan Jenderal Sudirman,” terang Taufik kepada kader komisariat FKIP Unira.

Tidak hanya itu, Direktur Lapmi Pamekasan ini, juga menegaskan pentingnya belajar sejarah, karena dengan sejarah akan mengetahui asal yang sebenarnya, “sehingga dengan sejarahlah kita berdiri sampai sekarang,” kata Taufik mengakhiri penjelasannya. (nurus)

Apa Komentar Kalian?