Mencari Pemimpin Ideal DKI

insdependen.id, Jakarta – Mahasiswa pasca sarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta (konsenstrasi komunikasi politik) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “mencari pemimpin ideal DKI Jakarta” Kamis, (23/06/17) pukul 15.30 di Aditorium Lt. 7 UMB Menteng Jakarta, kegiatan tersebut menghadirkan  narasumber Dr. Andreas Hugo, (politisi partai PDIP), Taufik Basari, SH, S.  HUM. LLM, (politisi partai Nasdem), dan Dr. Heri Budianto, M. Si. (pengamat komunikasi politik).

Diskusi publik itu sendiri bertujuan untuk mencari solusi dari  beberapa problem mendasar di lingkup wilayah Ibu Kota untuk menjadi pekerjaan rumah untuk pemimpin yang selanjutnya, hal senada disampaikan oleh ketua panitia pelaksana Mercy Lona, menurutnya “ kegiatan ini bertujuan untuk memahami problem-problem yang ada di DKI, karena kami menilai dari beberapa periode yang sebelumnya sampai sekarang, masalah di DKI ini belum terselesaikan dengan baik, misalnya banjir, macet, penyediaan sarana untuk PKL, dan lain-lain menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah sekarang dan untuk pemimpin yang akan datang”, ujarnya.

Dalam waktu kurang lebih setahun lagi DKI akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, estafet kepemimpinan akan berganti, masalah di ibu kota belum terselesaikan dengan baik, pemimpin yang akan datang memiliki tanggung jawab besar dan berbenah diri dari pengalaman. Hal tersebut banyak sekali menimbulkan tarik-menarik kepentingan, mulai dari partai politik yang  mendukung atau partai politik yang tidak mendukung salah satu calon maupun fenomena tokoh-tokoh yang akan berkompetisi.

Menurut Dr. Heri Budianto, M. Si (pengamat komunikasi politik) “Perbedaan Pilkada DKI sekarang dengan yang dulu jauh berbeda, saat ini sangat dini diperbincangkan di publik, yang menjadi isu sentral adalah Ahok sebagai aktor media dearling, Gubernur DKI menjadi daya tarik yang tinggi bagi setiap tokoh akibat sukses Jokowi setelah terpilih menjadi presiden dari Gubernur DKI, Media menjadi harapan untuk membesarkan tokoh” ujarnya, Heri Budianto melanjutkan bahwa “Banyak isu yang berkembang di media dan dinilai tidak sedap oleh Ahok seperti Ahok Galau, Ahok beli KTP, Teman Ahok saat ini dalam kondisi terpojok atas berbagai isu yang ada, dan Kalkulasi politik Ahok kacau dari awal, karena seperti kebingungan”, jelasnya

Berkembangnya isyu di media terkait isyu-isyu tidak sedap yang kecendrungan menyudut Ahok dibantah oleh Taufik Basari (politisi partai NASDEM), menurutnya “ Ahok 39% (populi), April 58%, Hari ini 51,2%, Kalkulasi Ahok tidak salah, Meskipun banyak isu yang menyudutkan Ahok tapi itu menguatkan Teman Ahok, Hingga kini belum ada yang terlihat kuat melawan Ahok, Nasdem siap mendukung Ahok baik jalur perseorangan maupun partai” tegasnya

Untuk itu, Pemimpin ideal merupakan pemimpin yang bisa diterima baik oleh masyarakat luas, dan partai politik tidak serta merta memberikan dukungan sekalipun calon itu sangat fenomenal di media, menurut Andreas Hugo, (politisi partai PDIP), “Pemimpin ideal itu yang diterima oleh rakyat, PDIP tidak bisa seperti Nasdem yang seketika memberikan dukungan, PDIP adalah partai yang dibangun dengan berdarah-darah yang memiliki sejarah, bukan hanya untuk memperoleh kekuasaan, Menang kalah bagi PDIP sudah biasa, PDIP dengan kursi mayoritas memiliki keleluasaan untuk mendukung calon dan berjuang sendiri, dan PDIP tidak akan mendukung calon yang berpotensi terkena kasus hukum” tegasnya. (hfd)

 

 

Apa Komentar Kalian?