Kurnia : Dosen Pembakar Logo HMI Harus Keluar dari UIN Makassar

Independensi.id, Jakarta – Kurniadi Nur, Jendral Lapangan Koalisi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, tegaskan mengutuk keras tindakan dosen UIN Alauddin Makassar terkait pembakaran logo HMI yang dipasang oleh Komisariat Tarbiyah dan keguruaan HMI Cabang Gowa Raya. Dikatanya juga perbuat pelaku tersebut harus ditindak tegas oleh pihak kampus dan Kementerian Agama.

“ Pelaku harus dikeluarkan dari UIN karena merusak citra UIN sebagai kampus peradaban dan merusak HMI sebagai salah satu organisasi yang mengawal kemajuan intelektual mahasiswa UIN Alauddin Makassar,” terang Kurnia saat memberikan keterangan di sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu (18/09/2016)

Pengurus Bakornas Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) PB HMI itu juga menilai tindakan yang dilakukan oleh oknum dosen yang berinisial SB tidak mencerminkan perilaku mendidik, selain itu juga tidakannya mencederai kader HMI Se Nusantara.

“ SB itukan dosen, tenaga pendidik kok bisa yah berbuat tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang dosen, apalagi dia dosen tarbiyah yang mendidik para calon tenaga pendidik yang nantinya akan mendidik masyarakat di bangsa ini,” imbuh Kurnia Direktur Sumberdaya Hukum LKBHMI tersebut

Permasalah ini akan fullup sampai ketingkatan kementrian agama di Jakarta dengan tujuan efek jera kepada pelaku dan sebagai warning kepada seluruh dosen-dosen lainnya agar tidak menjadi presedent buruk kepada tenaga pendidik.

“ Kami akan melaporkan masalah ini ke Kemenag agar pelaku di beri sanksi setegas-tegasnya sesuia aturan yang berlaku dan meminta kemenag turun langsung untuk selesaikan masalah ini,” pungkas Alumni UIN Alauddin Makassar itu.

Seperti yang diketahui baliho logo HMI milik Komisariat HMI Tarbiyah UIN Alauddin yang dipasang didepan Fakultas  Tarbiyah UIN Alauddin Makassar,Jumat (09/09/2016) lalu, keesokan paginya di duga di bakar oleh salah satu dosen Fakultas Tarbiyah (dzul)

Apa Komentar Kalian?