Koruptor Kelas Kakap Ancaman Bagi KPK

Keni Novandri

(Ketua Bidang Hukum dan HAM PB HMI)

Kuatnya kelembagaan KPK membuktikan harapan pemberantasan korupsi akan semakin terbuka lebar. Satu persatu koruptor di kerangkeng. Dan, sudah banyak uang negara yang diselamatkan oleh KPK. Kekuatan KPK ini bukan muncul  tiba-tiba. Hal ini berkat kelembagaan yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mengungkap, menangkap, menahan dan menyidangkan pelaku korupsi. Setiap orang dalam kelembagaan KPK berlaku profesional tanpa lengah. Tidak satupun tersangka yang tidak naik status menjadi terpidana.

Akan tetapi, kerja-kerja pemberantasan  korupsi bukan tanpa pengorbanan dan hambatan. Ada banyak upaya dilakukan untuk mengamputasi kekuatan dan kewenangan KPK. Penulis mencatat ada tiga pola  upaya yang dilakukan secara terus menerus tanpa kenal henti untuk menggergaji kewenangan KPK.

Pertama, hampir setiap tahun isu revisi UU KPK digulirkan oleh senayan terkiat revisi kewenangan penyadapan dan badan pengawas KPK. Kedua, setiap periodesasi Komisioner, selalu ada yang menjadi korban kriminalisasi atas kasus-kasus aneh bin ajaib. Ketiga, hampir semua pegawai KPK mengalami tekanan selama menangani kasus korupsi, terlebih-lebih kasus mega korupsi yang menyeret nama petinggi negara.

Untuk point ketiga, saat ini yang menjadi korban adalah Novel Bawesdan (Penyidik KPK). Anehnya, bukan sekali ini saja upaya untuk melumpuhkan Novel dilakukan. Upaya intimidasi, kriminalisasi dan sempat agenda tabrak lari pun pernah menimpanya. Muncul pertanyaan, kenapa pemerintah diam seribu bahasa melihat pegawai KPK diperlakukan dengan kejam oleh para penjahat?

Bahwa konsep equality by law harus ditegakkan untuk memenuhi hak-hak perlindungan semua warga negara dari ancaman kejahatan, termasuk dalam hal ini adalah pegawai KPK. Bila penegak hukum sulit menemukan para pelaku kejahatan terhadap penyidik KPK, berarti akan ada kemungkinan pegawai KPK lainnya akan mendapat ancaman teror dan intimidasi. Apa pemerintah menunggu adannya korban meninggal baru melindungi kelembagaan KPK?

Atas dasar inilah, Bidang Hukum dan HAM PB HMI menghimbau kepada pemerintah untuk mengerahkan semua perangkat negara dan penegak hukum untuk mengawal KPK. PB HMI juga meminta kepolisian Republik Indonesia mengerahkan pasukan terbaik dan pasukan khusus atau elitnya untuk mengungkap pelaku dan biang kerok dibalik kejahatan terhadap Novel.

Serta kami doakan korban diberikan kebaikan dan ketabahan kepada pihak keluarga. Selaku barisan anak muda yang bernaung dalan PB HMI kami siap memberi suport kepada KPK dalam hal penangkapan pelaku dan dalang kekerasan terhadap Novel Baswedan (*).

Apa Komentar Kalian?