Korkom UIN SUKA Gelar Maperca Akbar

Independensi.id, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat UIN Sunan Kalijaga mengadakan Seminar Nasional dan Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca) Akbar. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Lantai 1 ini menghadirkan sejumlah tokoh Nasional dengan berbagai latar belakang diantaranya Dr. Ir. Akbar Tandjung, H. Arwani Thomafi, Dr. Al Makin, Dr. Inyah Rochmaniyah, dan Dr. Sri Wahyuni. Selasa (25 /10/2016)

Kegiatan yang bertemakan “Mahasiswa Kini untuk Indonesia Nanti” ini, menurut Khoirun Nisa selaku Ketua Panitia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk merespon kondisi gerakan mahasiswa pada hari ini yang sudah mulai meredup karena stigmatisasi dan dikotomisasi antara mahasiswa akademis yang memiliki IP baik, aktifis yang urakan dan gagal dalam karir akademiknya selain juga sebagai ajang pengenalan HMI dikalangan Mahasiswa.

“ Peran mahasiswa sekarang sudah mulai redup karena dikotominasi antara mahasiswa berprestasi dan aktifis,” ujar Nisa

Akbar Tandjung dalam kesempatan berbicaranya mengemukakan bahwa Mahasiswa harus memiliki kesadaran akademis yang bagus dengan keharusan untuk bertanggung jawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang diridhai Allah. Hal tersebut sudah dia laksanakan dalam perjalanan hidupnya meskipun seorang politisi dia berhasil mendapatkan gelar Doktor dibidang Politik.

“Kombinasi akademik dan tanggung jawab sosial ini selaras dengan tujuan HMI terbinannya insan akademis pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya Masyarakat adil makmur yang diridhai Allah,” terangnya

Arwani Thomafi, Ketua Fraksi PPP MPR RI yang sekaligus Alumni HMI Korkom UIN Suka, menguatkan bahwa seorang mahasiswa tidak boleh hanya belajar didalam kelas saja tetapi juga harus mengembangkan soft skill di luar kampus sehingga dapat merespon kondisi sosial yang terjadi di masyarakat dan mengontrol kebijakan para pemangku kebijakan, dan aktifitas itu semuanya terwadahi dalam organisasi ekstra kampus.

“ HMI adalah salah satunya sebagai wadah pengembangan soft skill karena di HMI jenjang pengkaderannya secara berkesinambungan dari Maperca, LK I, LK II, dan LK III,” imbuhnya

hal senada juga dikemukakan oleh Al Makin, Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, dia mengatakan bahwa mahasiswa merupakan agen pengontrol sosial dengan idealismenya, sehingga tak ayal mereka di masanya dapat menggulingkan rezim-rezim “Dzalim” yang berkuasa di masanya. Berorganisasi ekstra kampus memiliki beberapa keunggalan, salah satunya jaringan, dengan jaringan inilah mahasiswa dapat mengembangkn potensi dan usaha  yang dia miliki, sebagaimana diungkap oleh Inyah Rchmaniyah Kaprodi Agama dan Filsafat Pascasrjana UIN. Sri Wahyuni, wakil Dekan 3 Fak. Syariah dan Hukum, juga mengungkapkan hal yang sama, bahkan dia mengemukakan bahwa pilihannya untuk masuk HMI merupakan pilihan yang tepat, meskipun di UIN terlihat kecil, tetapi ketika diskala nasional merupakan jaringan yang besar, sehingga karir akademiknya serasa dimudahkan oleh jaringan-jaringan HMI.

Kegiatan yang dihari ratusan mahasisiwa dari beberapa kampus di jogja ini baru dimulai pada pukul 11.00 wib molor 2 jam dari waktu yang dijadwalkan, hal ini disebabkan pesawat dari Akbar Tandjung dan Arwani Thomafi masih delayed. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Fandi Ahmad, Ketua Umum Korkom UIN Sunan Kalijaga.

” Acara kami molor 2 jam dari jadwal karena menunggu pembicara utama yang pesawatnya delayed, tapi secara umum kami menilai acara berjalan dengan lancar,” ujarnya

Kegiatan yang disupport oleh semua Alumni HMI Korkom UIN dan Daevashop ini berjalan semarak dan ditutup dengan pembagian doorprize bagi peserta  penanya terbaik (Nisa)

 

Apa Komentar Kalian?