Jangan Pucet Lihat Jakarta Macet

Oleh: Arven Marta ( Kader HMI Jakarta Pusat Utara)

Kemacetan Jakarta tiap hari semakin bertambah, pertumbuhan jumlah kendaraan yg mencapai 5000-6000 unit per hari tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan 0,01 pesen (baca: data polda metro) Hampir dipastikan jakarta 10 tahun mendatang mengalami kemacetan parah di setiap penjuru.

Jakarta Kota seribu peluang memberikan magnet tersendiri bagi perantau yg ingin merubah nasib, banyak masyarakat yang berbondong – bondong – datang ke Ibukota dengan bermodal nekat tanpa berbekal skill yg mempuni, tentu ini menjadi beban terendiri pemerintah Kota Jakarta.

tidak terkendali nya jumlah penduduk Jakarta mengakibatkan Jakarta semakain sembraut dan sulit di tata. Murahnya harga kendaraan saat ini membuat orang berbondong – bondong membelinya, ditambah dengan adanya pekerjaan yang bisa nyambi seperti menjadi driver transportasi berbasis Online mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan baru.

Rekayasa lalu lintas yg dilakukan saat ini juga tidak mampu memberikan dampak signifikan, tata kota yang buruk membuat jakarta sulit menemukan alternatif mengurangi kemacetan, pendirian Mall, Gedung – gedung yg tidak sesuai aturan juga menjadi menjadi penyebab Jakarta Mengalami kemacetan.

Sudah menjadi rahasia umum Pemandangan Ibukota Indonesia ini di sore hari, begitu sesak, penuh kebisingan suara klakson kendaraan dan ditambah dengan kuranganya kesadaran pengengendara Motor dan pengemudi mobil, berhenti seenaknya dan mengambil hak pejalan kaki di trotoar. Pemandangan yang bisa kita lihat sehari-hari di Jakarta, seperti jalan dari arah pancoran – pasar minggu. Kuningan – warung bincit Bagitu sesak, tak terkendali.

Solusi

Solusi jangka Pendeknya adalah pemerintah harus segera memperbaiki sarana transportasi dan menambah jumlah arrmada angkutan umum seperti transjakarta dan commuter line agar warga jakarta semakin berkurang menggunakan kendaraan pribadi.
dan untuk solusi jangaka panjang wacana pemindahan ibukota ke kalimantan tengah yg di canangkan mantan menteri Bapenas Andrinof Chaniago mungkin sangat relevan dengan kondisi Jakarta saat ini, pemerintah Jokowi bisa mengakaji lebih dalam wacana tersebut, selain mengurangi beban macet jakarta pemindahan ibukota juga menjadikan pemerataan ekonomi daerah, kita bisa berkaca pada negara brazil memindahkan ibu kotanya dari rio de jeneiro ke brasilia.

Oh Jakarta beban mu begitu berat, dipakasa menampung Jutaan manusia yang ingin merubah nasib, beragam etnis menghuni mu, beban yang sangat berat, tidak sesuai dengan kapasitasmu. Mari berbenah Manusia- Manusia Jakarta, taat aturan dan rawat Jakarta, Jakarta belum tidur…

Apa Komentar Kalian?