HMI Se Sumatera Barat Sesalkan Pernyataan Jokowi Terkait Aksi Bela Islam II

Independensi.id, Jakarta – HMI Se Sumatera Barat menyesalkan penyataan Presiden Jokowi yang katakan ada aktor politik yang menunggangi aksi bela Islam II pada (4/11) yang lalu.

“ Aksi itu sebenarnya gerakan murni untuk penegakan hukum. ini mengindikasian bahwa pemerintahan Jokowi yang anti kritik,” ujar Tomi Farto Habibi Formature Badko HMI Sumatera Barat melalui presrealesnya, Rabu (09/11)

Dikatanya Tomi Bahwa aksi damai tersebut yang dilakukan oleh umat Islam merupakan tindakan yang dilindungi dan dijamin oleh UUD 1945 khususnya Pasal 28 E ayat 2 yang menyatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nurainya. “ Menyalurkan aspirasi itu dilindungi UUD 2914, makanya aksi tersebut murni bela islam,” katanya

Ia juga menyayangkan aparat kepolisian yang bersikap represif terhadap peserta aksi dan meminta Kapolri untuk mengusut secara menyeluruh oknum aparat Kepolisian yang diduga telah melakukan provokasi terhadap masa aksi.

“ HMI sangat menyayangkan sikap Pimpinan Polda Metro Jaya yang mengeluarkan pernyataan bernada provokatif dan tendensius sehingga merugikan nama baik HMI secara organisatoris,” terangnya

Sementara itu menurut Ketua Umum HMI Cabang Padang, Nifria Atma Rizki mengecam terkait penangkapan Sekjen PBHMI dan beberapa kader HMI yang dilakukan secara paksa oleh pihak kepolisian yang tidak menghormati asas Pra Duga Tak Bersalah. “Tindakan itu merupakan bentuk teror yang dilakukan terhadap elemen gerakan Islam oleh kepolisian,” imbuhnya

dikatanya Rizki, Penangkapan Sekjen PBHMI dan beberapa kader HMI merupakan bentuk pembungkaman demokrasi, ia juga menuntut penyelesaian proses hukum secara tegas dan transparan serta menolak segala bentuk pengalihan isu terhadap kasus penistaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). “ Kasus Ahok harus transparan tidak ada boleh intervensi dari pihak manapun,” tegasnya

Rizki mengajak seluruh kader HMI se-Sumatera Barat dan umat Islam untuk tenang dan tidak terpovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. “ Dengan adanya masalah ini kita harus tenang menyikapiya jangan mudah perprovokasi,” himbaunya (dzul)

Apa Komentar Kalian?