HMI Cabang Padang Aksi dan Kawal LP Saut

Independent.id, Padang  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang beserta Alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI Sumbar di Kota Padang melakukan aksi unjuk rasa dan pelaporan terhadap pimpinan KPK Saut Situmorang atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan kepada HMI, ke Mapolda Sumbar, Senin (9/5/2016) kemarin

Tujuan aksi unjuk rasa tersebut adalah untuk mengawal pelaporan Saut Situmorang yang dilakukan oleh Tim Advokat dari HMI dan KAHMI.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Padang mengecam dan sangat menyayangkan statement salah satu pimpinan KPK, Saut Situmorang dalam acara ‘Benang Merah’ di salah satu TV swasta, Kata Sekretaris Umum Demisioner.

Selain itu Rizki Ketua Umum terpilih HMI Cabang Padang Periode 2016-2017 menyampaikan. “Sebagai pejabat publik, Saut Situmorang seharusnya menjanga perkataannya, dan tidak berbicara seperti menggenaralisir semua kader HMI melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Rizki

Pernyataan Saut Situmorang tersebut, katanya, dinilai telah mencoba melakukan penggiringan opini , stigmatisasi dan menggenalisir bahwasannya kader HMI pelaku korupsi.

Saut Situmorang sepertinya lupa bahwa dari rahim HMI terdapat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva dan Mahfud MD, mantan pimpinan KPK Abdullah Hehamahua, dan Nur Cholis Majid yang integritasnya semua diakui.

“Dalam hal ini, HMI sebagai organisasi perjuangan memiliki peran penting dan melahirkan kader-kader terbaiknya dalam mengawal bangsa ini, termasuk dalam hal pemberantasan korupsi di Indonesia,” jelasnya.

Oleh karena itu, HMI cabang Padang menuntut pihak kepolisian untuk menindaklanjuti proses hukum atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan dan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap HMI. Meminta komisi etik KPK untuk memeriksa Saut Situmorang atas pernyataannya yang mendiskreditkan HMI. “Kemudian, meminta Saut Situmorang untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada kader dan alumni HMI secara lisan dan tertulis. Sebab, HMI mendukung KPK memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi mengatakan bahwa sesuai dengan mekanisme yang ada, Polda Sumbar akan mengkaji terlebih dahulu laporan yang diberikan oleh tim advokat HMI dan KAHMI.

Selain itu juga, sebagaimana diketahui bahwa peristiwa Saut Situmorang tersebut berada di Jakarta sehingga pihak yang berhak memproses hukumnya adalah Mabes Polri, terkecuali apabila peristiwa tersebut terjadi di Prov. Sumbar. (Rizki)

Apa Komentar Kalian?