Dunia Pendidikan Dimarginalkan, Ribuan Guru di Riau Gelar Demonstrasi

Independensi.id, Riau – Dunia pendidikan di Riau sedang mengalami turbulensi, setelah beragam masalah yang menghinggapinya. Mulai dari rendahnya kualitas infrastruktur pendidikan, politisasi akibat Pilkada, dan pemotongan serta gagal bayar dana tunjangan guru. Bahkan hari ini, di Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau, tiga ribu lebih tenaga pendidik menggelar aksi demonstrasi ke kantor Bupati Kuantan Singingi,Riau untuk menuntut dibayarkannya tunjangan sertifikasi guru yang menunggak selama empat bulan pada tahun anggaran 2016.

Korlap aksi, Sapriadi,  mempertanyakan sikap Pemda yang menggunakan anggaran sertifikasi guru dari APBN untuk kepentingan lain diluar peruntukan yang mengakibatkan hak guru ditelantarkan. Akibatnya, tunjangan sertifikasi 2.512 orang guru, selama empat bulan terakhir, senilai 64,6 miliar gagal dibayarkan dipenghujung tahun 2016.

Direktur Eksekutif Pijar Melayu, Rocky Ramadani mengungkapkan keprihatinannya. Menurut Rocky, sebagai bangsa yang sedang dianugerahi bonus demografi, akibat jumlah penduduk usia produktif yang dominan, bangsa Indonesia niscaya membekali modal demografi tersebut dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Terlebih provinsi Riau yang secara geografis sangat strategis posisinya dalam peta Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Disini, peran pendidikan sebenarnya sangatlah penting. Besarnya usia produktif tanpa bekal pendidikan yang memadai justru bisa menjadi beban bagi negara”,ujarnya.

Pijar Melayu, sebagai sebuah kelompok kajian strategis menengarai, kebijakan pemerintah di beberapa daerah otonom di Riau belum menempatkan sektor pendidikan pada tempat yang terhormat, sehingga mudah dikorbankan untuk kepentingan sektor lainnya. Kebijakan ini tentu bisa membahayakan negeri Melayu Riau dalam kepentingan jangka panjang.

Pijar Melayu mendesak stakeholder terkait agar merubah cara pandang, dengan menempatkan dunia pendidikan sebagai sebuah sektor strategis sehingga pembiayaan dunia pendidikan dianggap sebagai sebuah investasi hingga mendapatkan perhatian lebih, bukannya dianaktirikan (bayu).

Apa Komentar Kalian?