Ditinggal Sholat, Tiga Balita Tewas Terpanggang

Independensi.id, Sidoarjo – Nasib naas menimpa keluarga pasangan Imam Muslimin dan Ana Istiana. Pasangan suami istri tersebut, kehilangan tiga anak Balita mereka secara mengenaskan. Tiga balita putra, masing-masing bernama Rohman (2 tahun ), Abdan (3 tahun) dan Faris (5 tahun), tewas terpanggang setelah kamar tidur mereka di RT 15/RW 04 Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur habis terbakar, Senin (29/08/2016) siang.

Kebakaran singkat yang meludeskan rumah petak bambu berukuran 3×12 meter tersebut tidak diketahui karena saat itu Imam Muslimin (bapak korban : red) sedang bekerja di Surabaya. Sedangkan Ibu korban, Ana,  lagi sholat dzuhur di mushala terdekat.

Menurut Waka Polres Sidoarjo, Kompol Indra Mardiana, SIK yang  didampingi Kapolsek Balongbendo Kompol Sutriswoko, SIK yang dikonfirmasi, Senin sore menjelaskan, bahwa kebakaran yang menghanguskan rumah petak itu diduga akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik.

“Masih kita selidiki penyebab kebakarannya. Kita masih meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polresta  Surabaya,” ujarnya

Indra menambahkan, ketiga jasad korban tersebut sementara ini di bawah ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum untuk dilakukan otopsi. “ Jasad korban kita langsung bawah ke RS untuk di otopsi,” ujarnya

Sementara itu, Kapolsek Balongbendo Kompol Sutriswoko dihubungi semalam, menjelaskan kronologis terjadinya kebakaran tersebut, dikatakannya menurut keterangan saksi Irfan Sanusi (37 tahun) yang juga tetangga korban menjelaskan, saat kejadian ibu korban bersama tetangga lainnya sedang melaksanakan sholat dzuhur di mushola tersekat. Sedangkan ketiga anaknya tersebut tengah tertidur lelap dikamarnya.

“ Waktu ibunya lagi sholat di mushola,  anaknya lagi tidur di kamar depan,” imbuhnya

Saksi mengetahui rumah korban terbakar saat melihat kobaran api muncul dari ruang tengah kamar. Ia beserta  tetangga lainnya berusaha padamkan kobaran api tersebut, namun ia kesulitan memadamkan kobaran api karena sudah telanjur membesar.

“Rumah bambu itu dalam waktu singkat ambruk rata dengan tanah,” ujar Irfan dengan nada sedih. Sementara menurut ibu korban (ana : red) , ia yang kembali pulang dari mushola, langsung pingsan setelah melihat rumahnya ludes dilalap si jago merah dan menyadari ketiga putranya masih didalam kamar. Ibu korban menjerit-jerit histeris, kemudian pingsan. Tetangga korban menyatakan yang berada disekitar lokasi kejadian ikut terenyuh karena tidak seorang pun dari mereka yang mengetahui kebakaran maut tersebut.

“Ya, ibunya merasa bersalah karena meninggalkan ketiga putra kesayangannya lelap dalam tidurnya di siang yang nahas itu,” ujar Kapolsek Balongbendo, yang dikonfirmasi ulang semalam. Ia menambahkan, guna mengetahui kepastian penyebab kebakaran yang merenggut tiga nyawa balita tersebut, pihaknya masih menunggu penyelidikan Tim Labfor Polresta Surabaya. (Arif)

 

Apa Komentar Kalian?