Demo Kasus Korupsi, Ketua Umum HMI Cabang Ternate Diberi Bogem Mentah

Independensi.id, Ternate – Sejumlah Massa HMI Cabang Ternate saat melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara terkait dugaan Kasus Korupsi KM. Faisayang Halmahera Tengah  dan Kasus Bansos Halmahera Selatan berakhir ricuh yang mengakibatkan Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Ismail Maulud di duga dipukul oknum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

” Tiba-tiba saya di pukul dari samping, ada saksinya yang lihat kejadian itu,” terang Ismail saat dihubungi via ponsel ke redaksi, Senin ( 05/09/2016)

Saat hendak masuk kepelataran Kejati untuk bermaksud Hering bersama pihak Kejati ia langsung serang dengan rentetan pukulan yang mengarah ke wajannya, Akibat kejadian tersebut gigi bagian depan Ismail patah dan bibirnya mengeluarkan darah.

” Waktu di pukul saya sementara lagi tahan peci dan Gordon karena takut jatuh ke tanah, makanya gak tau kalau ada yang mukul,” jelasnya

Ismail menambahkan pihaknya kini tengah berkoordinasi ke Pengurus Besar HMI untuk menindak lanjuti kasus pemukulan tersebut.

” Kasus ini kami sudah laporkan ke tinggal PB HMI untuk segera menindak lanjuti korupsi dan pemukulan ke Kejagung hingga ke KPK,” ujarnya

Kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp.10 Millyar tersebut diduga melibatkan Bupati Halmahera Tengah sedangkan dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Halmahera Selatan yang rugikan negara sekitar Rp.14 Milyar diduga Bupati dan Wakilnya terlibat

” Mantan Bupati dan wakilnya yang saat ini menjabat sebagai Bupati Halmahera Selatan diduga terlibat Kasus Bansos,” katanya

Sementara itu, menurut Mantan Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Lutfi Rabo saat ditemui di sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, mengecam dan menuntut agar Oknum Kejati Maluku Utara yang diduga melakukan pemukulan terhadap Ketua Umum HMI Cabang Ternate harus dipecat dan copot dari jabatannya

” Kasus ini kami akan kawal di PB agar di tindak lanjuti ke Kejagung biar oknum yang lakukan pemukulan di beri sanksi seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,” tegas Pengurus Besar HMI

Lutfi juga menilai, Kejaksaan sebagai aparat penegak hukum tidak boleh bertindak sebagai layaknya seorang preman. Pihak kejaksaan harus mengedepankan unsur etika  dalam menangani situasi tersebut

” Ingat, ini negara hukum, Jaksa bukan preman yang main pukul saja, mereka harus bisa bernegosiasi tuk selesaikan masalah itu,” pungkasnya (dzul)

Apa Komentar Kalian?