Anggota DPRD Kota Bogor Gagal Faham, AMBAK Akan Surati Pimpinan Parpol untuk Evaluasi

independensi.id, Bogor – Elemen masyarakat yang tergabung dalan Aliansi Masyarakat Bogor Anti Korupsi (AMBAK) menggelar konprence press terkait korupsi pembelian tanah di Warung Jambu oleh Pemerintah Kota Bogor (Skandal Angkahong), Minggu (03/09/2016), jam 18:00 WIB, di Lantai dua pasar induk Warung Jambu

Dalam jumpa persnya tersebut, perwakilan dari LSM KAMPAK, Roy Sianipar, SH. menerangkan bahwa kasus korupsi ini diduga terjadi karena pihak Legislatif kebelinger dalam melakukan proses penganggaran.

“Seluruh anggota DPRD Kota Bogor Gagal Faham melaksanakan amanat Konstitusi, UU 17 Tahun 2014, Tentang MD3, terkait masalah kasus korupsi terbesar di Kota Bogor”, ungkap Roy kepada sejumlah wartawan

Sementara menurut Juru Bicara AMBAK, ST. Sumartini, SE, MM. menegaskan bahwa, elemen masyarakat tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota Bogor Anti Korupsi (AMBAK) secepatnya akan menyurati seluruh pimpinan Partai Politik di tingkat Kota Bogor dan DPP masing – masing yang memiliki kursi di DPRD Kota Bogor agar melakukan Evaluasi terhadap anggotanya yang diduga terlibat skandal Angkahong. “ Terkait permasalahan ini kami akan surati seluruh pimpinan parpol di Kota Bogor,” ujarnya

Sementara itu, menurut praktisi hukum Sugeng Teguh Santoso, SH yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut, Dalam pernyataannya, Sugeng menghimbau agar pemerintah daerah maupun pusat jangan mengabaikan aspirasi masyarakat kecil, termasuk yang tergabung dalam AMBAK. Meski kasus angkahong berpotensi melibatkan para pejabat elite kota Bogor, namun hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, cetus ketua Yayasan Satu Keadilan ini. (Anam)

Apa Komentar Kalian?