Aksi Bela Islam III Nunukan Berujung Ricuh

Independensi,id, Nunukan – Aksi bela islam III 212 “super damai” yang dilakukan di Monomen Nasional Jakarta pusat dan di berbagai daerah lainnya berlangsung secara damai dengan pengawalan dan pengamanan yang baik dari aparat kepolisian setempat, namun sangat disayangkan hal tersebut tidak dirasakan oleh kader HMI Komisariat Nunukan yang melakukan aksi super damai bela islam III pada jumat, (2/12/16). Dikarenakan aparat kepolisian Kabupaten Nunukan melakukan pembubaran secara paksa terhadap massa demontrasi.

Ketua Umum Komisariat Nunukan, Syahrijal mengatakan, “setelah mendapat informasi tentang surat intruksi dari PB HMI melalui pengurus HMI Cabang Tarakan tepatnya sehari sebelum aksi, kami segara melakukan rapat pengurus dan sepakat turun aksi bela Islam III pada pada tanggal 2 Desember. Rencana tersebut juga telah kami sampaikan ke pihak kepolisian Nunukan. Namun pada hari aksi, kami sempat tidak diizinkan. Setelah negosiasi kami lakukan akhirnya kami diberi izin 10 menit untuk menyampaikan orasi di mukan umum tepatnya di Tugu Dwikora. Waktu 10 menit yang diberikan belum habis, tiba-tiba aparat kepolisian langsung menyerbu dan membubarkan paksa massa demonstrasi” ungkapnya.

Lanjut ia, beberapa kader mengaku dipukuli oleh aparat kepolisian dan memaksa kami untuk naik ke mobil polisi dan membawa kami ke Polres Nunukan.

Mendengar kabar tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Tarakan, Lufti Fahmi langsung angkat bicara dan mengecam tindakan refresif kepolisian terhadap kader HMI Komisariat Nunukan yang menggelar aksi super damai bela Islam III.

“Kami menyayangkan tindakan refresif kepolisian yang telah menangkap secara sepihak ketua dan jajaran kepengurusan HMI Komisariat Nunukan”.

Ia juga mengatakan aksi yang dilakukan oleh kader-kader kami di Nunukan adalah bentuk kesolidan umat Islam se-Indonesia dan merupakan hak warga negara  dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Ia mengatakan aksi yang damai yang berlangsung di tugu Dwi Kora semula berjalan lancar, tertib, dan damai, akan tetapi malah berujung pemukulan dan penangkapan.

“Kami, HMI cabang Tarakan, mempertanyakan kepentingan apa kepolisian sehingga main tangkap-tangkap, kami  sangat keberatan dan akan menuntut,” tegasnya. (TaufikPM)

 

Apa Komentar Kalian?